Welcome to MillahIbrahim.net

Home | Kajian Lepas | Kajian Serial | Manhaj Risalah | Buku Tamu | Webmail | Lanibin
 
::: Kajian Lepas
· Muqaddimah
· Pastikan Anda Masuk Syurga
· Ayat-Ayat Mutasyabihat
· Al Qur'an, Antara Rahmat dan Laknat
· Al Qur'an dan Perselisihan Umat
· Download Materi

::: Kajian Serial
· Mencari Pesanan Allah
· Dholuuman Jahuulan
· Tiga Golongan Manusia
· Yang Harus Terbawa Pulang
· Mencari Akses Hidayah
· Iman dan Pertumbuhannya
· Melacak Syetan
· Memblokir Syetan
· Menutup Jalur-Jalur Syetan
· Mencari Hakikat Iman
· Hakikat Al-Qur'an dalam Sistem Hidayah
· Menyingkap Alam Gaib

::: Manhaj Risalah
· Muqaddimah
· Potensi dan Kelemahan Manusia
· Ketika Datang Petunjuk Allah, dan Diikuti
· Esensi Amanah
· Distorsi dan Kerancuan
· Telusur Jalan yang Lurus
· Millah Ibrahim
· "Syajaroh Thoyyibah" berbuah "Sab'ah Thoyyibah"
· Antara Dienul Islam dan Peradaban Islam
· Kesatuan Asasi dan Keanekaragaman Budaya
· Asas-Asas Pembangunan Peradaban Islam
· Khotimah
· Download Materi

::: General Features
· Buku Tamu
· Feedback to Webmaster
· Beritahu Situs ini ke Teman
· Statistik MillahIbrahim.net

::: Member Features
· List Member/Anggota
· Daftar Member Baru
· Kirim Tulisan/Berita
· Webmail MillahIbrahim.net

::: Pengunjung Online

Saat ini terdapat 9 orang pengunjung yang sedang online.


 
::: MANHAJ RISALAH :::
- KETIKA DATANG PETUNJUK ALLAH, DAN DIIKUTI -

Allah   Amanah Allah ini ibarat sebuah missi perjalanan menuju ke satu arah tertentu (bukan suatu tempat) dimana setiap titik yang dilalui pada jalan yang benar, yang tepat mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai, di situlah rahmat dan madhotillah. Adapun alat (sarana) yang digunakan untuk menempuh Jalan Allah Yang Lurus itu adalah berupa lembaga Allah (Mulkillah) di bumi yang haq dan sah (legitimate), dimana Program/Amanah Allah diimplementasikan dan digelar, dijalankan dengan kerja keras (jihad), dengan sepenuh kekuatan dan kemampuan yang dimiliki.  


Allah tidak “membekalkan” petunjuk-Nya dari sejak awal keberadaan manusia di bumi. Manusia dilepas dengan membawa sifat dasar yang cenderung selalu berselisih dan bermusuhan, yang pada gilirannya akan mendorong mereka sendiri ke dalam bencana yang sebenarnya sangat tidak mereka inginkan.

Kemudian karena rahmat dan kasih sayang Allah, pada saat yang Allah tentukan, Allah mendatangkan petunjuk kepada manusia, dan mereka yang mengikuti petunjuk tersebut akan terbimbing ke dalam kehidupan bersaudara yang penuh kasih sayang. Dan Kehidupan semacam itulah yang akan memberi akses bagi mereka terhadap segala petunjuk dan bimbingan Allah yang akan mengantarkan mereka kepada keselamatan dan kebahagiaan abadi yang selalu merka dambakan.

"Allah berkata: “Turunlah kalian berdua darinya, sebagian kamu akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang memngikuti petunjuk-Ku itu, ia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka". (Thoha : 123)

"Kalau saja Rabbmu menghendaki, pastilah Dia jadikan manusia ummat yang satu. Namun mereka selalu saja berselisih, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu..." (Hud : 118,119)

Atas rahmat dan petunjuk Allah inilah muncul sekelompok Mukminin yang selalu mengingat Allah serta sadar benar akan posisi dan status dirinya sebagai hamba Allah, yang hanya boleh melakukan apa yang diizinkan-Nya, dan mengabdikan seluruh potensi dirinya (yang merupakan karunia Allah itu) hanya untuk melaksanakan amanah dan titah-Nya, mewujudkan segala yang menjadi haq-Nya, meninggikan keagungan Asma`-Nya. Dia Allah satu-satunya, tidak diseketui atau ditandingi oleh apapun atau siapapun.

Sesuai dengan qadar yang telah ditetapkannya, sekelompok Mukminin tersebut diatas muncul dan eksis sebagai sebuah institusi yang merupakan bagian dari Mulkillah dengan suatu sistem kepemimpinan yang sah, jelas dan mandiri yang betul-betul menggelar Urusan Allah dan hanya Urusan Allah.

"Dan Kami jadikan di antara mereka, pemimpin-pemimpin yang membimbing dengan Urusan Kami, ketika mereka sabar dan keadaan mereka itu meyakini ayat-ayat Kami". (As Sajdah : 24)

Terhadap kelompok (Ummat) yang telah eksis menggelar urusan Allah dan mengharap keridhoannya itulah, secara bertahap Allah membuka wawasan dan hati mereka, membukakan akses terhadap jalan-jalan keselamatan (“Subulus Salam”), berupa syari’at dan manhaj, yakni rambu-rambu kendali dan pedoman arah (haluan) yang harus ditempuh dalam mengembangkan aktivitas pengabdian kepada Allah.

"...Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan. Dengan itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya kepada jalan-jalan keselamatan serta mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya terang, dan dengan itu pula Allah menunjuki mereka kepada Jalan Yang Lurus". (Al Ma`idah : 15-16)

Syari’at dan Manhaj (yang hanya akan dibukakan Allah tahap demi tahap bagi suatu ummat yang telah eksis di jalan-Nya) itulah yang merupakan panduan dan pedoman orang-orang Mukmin dalam mengembangkan aktivitas hidupnya di muka bumi.

Setiap ummat yang pernah muncul dan eksis di muka bumi dalam perjalanan sejarah ini, masing-masing memiliki (diberi Allah) syaria`at dan manhaj yang satu sama lain mungkin berbeda, atau paling tidak, tidak mesti sama. Namun pada dasarnya semuanya bergerak dan berkembang diatas landasan yang tunggal, sebuah amanah/risalah (missi) samawi yang suci dan agung, yakni amanah yang diembankan kepada manusia sebagai Khalifah Allah di bumi.

Dalam rangka menjalankan missi yang satu ini, para pengemban Risalah dari zaman ke zaman dihadapkan kepada tantangan dan ujian yang amat beragam dan bervariasi, dan menuntut mereka untuk senantiasa mengingat dan mencermati ayat-ayat Allah, kemudian membentang jalan (manhaj) yang akan dijalani, dipandu dengan rambu-rambu syari’at untuk tidak melenceng sedikitpun dari missi Khilafah yang universal itu.

Amanah Allah ini ibarat sebuah missi perjalanan menuju ke satu arah tertentu (bukan suatu tempat) dimana setiap titik yang dilalui pada jalan yang benar, yang tepat mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai, di situlah rahmat dan madhotillah. Adapun alat (sarana) yang digunakan untuk menempuh Jalan Allah Yang Lurus itu adalah berupa lembaga Allah (Mulkillah) di bumi yang haq dan sah (legitimate), dimana program /Amanah Allah diimplementasikan dan digelar, dijalankan dengan kerja keras (jihad), dengan sepenuh kekuatan dan kemampuan yang dimiliki.



Sebelumnya  | 1  | 2  | 3  | 4  | 5  | 6  | 7  | 8  | 9  | 10  | 11  | 12  | Selanjutnya |

  

Penanggung Jawab : Amirul 'Am Abdul Halim Muhajir
Editor & Content Management : Fauzy Sya'banie - Technical Support : Husein

Dedicated to : Muslimin Fillah Rahimahumullah
Copyright © 2004 Ummuddar Kuningan, Jawa Barat