Welcome to MillahIbrahim.net

Home | Kajian Lepas | Kajian Serial | Manhaj Risalah | Buku Tamu | Webmail | Lanibin
 
::: Kajian Lepas
· Muqaddimah
· Pastikan Anda Masuk Syurga
· Ayat-Ayat Mutasyabihat
· Al Qur'an, Antara Rahmat dan Laknat
· Al Qur'an dan Perselisihan Umat
· Download Materi

::: Kajian Serial
· Mencari Pesanan Allah
· Dholuuman Jahuulan
· Tiga Golongan Manusia
· Yang Harus Terbawa Pulang
· Mencari Akses Hidayah
· Iman dan Pertumbuhannya
· Melacak Syetan
· Memblokir Syetan
· Menutup Jalur-Jalur Syetan
· Mencari Hakikat Iman
· Hakikat Al-Qur'an dalam Sistem Hidayah
· Menyingkap Alam Gaib

::: Manhaj Risalah
· Muqaddimah
· Potensi dan Kelemahan Manusia
· Ketika Datang Petunjuk Allah, dan Diikuti
· Esensi Amanah
· Distorsi dan Kerancuan
· Telusur Jalan yang Lurus
· Millah Ibrahim
· "Syajaroh Thoyyibah" berbuah "Sab'ah Thoyyibah"
· Antara Dienul Islam dan Peradaban Islam
· Kesatuan Asasi dan Keanekaragaman Budaya
· Asas-Asas Pembangunan Peradaban Islam
· Khotimah
· Download Materi

::: General Features
· Buku Tamu
· Feedback to Webmaster
· Beritahu Situs ini ke Teman
· Statistik MillahIbrahim.net

::: Member Features
· List Member/Anggota
· Daftar Member Baru
· Kirim Tulisan/Berita
· Webmail MillahIbrahim.net

::: Pengunjung Online

Saat ini terdapat 7 orang pengunjung yang sedang online.


 
::: MANHAJ RISALAH :::
- ASAS-ASAS PEMBANGUNAN PERADABAN ISLAM -

Allah   Kemuliaan” yang pada uraian dimuka disebut sebagai essensi kedua dari Amanah Allah, atau karakter dasar yang kedua dari Peradaban Islam setelah “kesucian”, mengandung pengertian bahwa peradaban yang dibangun berdasarkan amanah Allah, akan selalu bernuansa keberkahan, ketenteraman, kedamain, dan segala citra kenikmatan yang mendorong semua hati untuk selalu bersyukur memuji Allah (menggemakan Tahmid).  


Agar seluruh aktifitas amaliyah dalam derap pembangunan peradaban Islam tetap berjalan lurus di atas Shirothol Mustaqim, atau dengan kata lain tidak melenceng ke arah yang tidak diridhoi Allah, maka ketiga essensi amanah tersebut di muka, masing-masing sejak awal akan memberi landasan asasi berupa prinsip-prinsip dasar yang harus selalu dijaga dan dipedomani, sehingga dengan demikian setiap amaliyah yang direncanakan dan dikembangkan dalam derap amaliyah Mukminin, harus senantiasa konsisten (Qonitin) pada 3 (tiga) asas, yakni:

1. Asas Kesucian

Sejauh mana pun sasaran yang ingin dicapai dan liku jalan yang dilalui, harus tetap menjaga dan menampilkan kesucian di segala dimensi kehidupan, antara lain :
  • Bersihnya pikiran, pandangan, wawasan, ilmu dan keyakinan dari berbagai hal yang bathil, fiksi (iftiro), kepalsuan, tahyul, khurofat dan sebagainya.
  • Bersihnya motifasi, jalan/cara, dan tujuan pembangunan, dari anasir-anasir selain Allah. Bertyumpu kuat pada landasan “Allahu`sh Shomad” (Dari Allah, oleh Allah, untuk/menuju Allah)
  • Bersihnya hubungan sosial dari berbagai sifat tercela, seperti kedengkiann, kebencian, kedholim, dendam, permusuhan dan sebagainya.
  • Bersihnya seluruh tampilan budaya dan kehidupan dari berbagai kotoran sosial berupa fakhsya dan munkar.

2. Asas Keseimbangan

Kemuliaan” yang pada uraian dimuka disebut sebagai essensi kedua dari Amanah Allah, atau karakter dasar yang kedua dari Peradaban Islam setelah “kesucian”, mengandung pengertian bahwa peradaban yang dibangun berdasarkan amanah Allah, akan selalu bernuansa keberkahan, ketenteraman, kedamain, dan segala citra kenikmatan yang mendorong semua hati untuk selalu bersyukur memuji Allah (menggemakan Tahmid).

Nuansa dan citra seperti demikian itu, bukan ditentukan oleh tingkat kemajuan peradaban yang berhasil dicapai, dan tidak pula pada sisi kemerataan antar bidang kehidupan dan atar semua orang, melainkan ditentukan oleh tetap terjaganya keseimbangan multi dimensi secara ma’ruf. Segala urusan dan hajat hidup manusia terpenuhi secara seimbang, dan semua orang memperoleh karunia Allah secara seimbang pula.

Keseimbangan multi dimensi yang selalu didasari oleh kesucian multi dimensi pula, itulah yang akan selalu memancarkan nuansa dan cita rasa kenikmatan dan kebahagiaan. Di zaman manapun manusia hidup dan seberapapun tingkat kemajuan peradaban yang berhasil mereka raih.

Sungguh ke-Maha Adilan Allah tidak terkurangi sedikitpun hanya dengan dihidupkannya manusia pada zaman yang berbeda-beda.

Sesuai dengan sifat dari Amanah (Missi Samawi) yang universal, maka seluruh perencanaan dan pelaksanaan amaliyah, harus diorientasikan kepada dan mencakup keseluruhan Ummat dari semua segmen, serta menyentuh seluruh aspek kehidupannya secara ma’ruf dan seimbang.

3. Asas Pertumbuhan/Kemajuan

Setiap gerak amaliyah ditujukan kearah meraih kemajuan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu (Yad’uuna Ilal Khoer), sejalan dengan perkembangan peradaban manusia yang tidak mengenal batas kemajuan yang dianggap final.



Sebelumnya  | 1  | 2  | 3  | 4  | 5  | 6  | 7  | 8  | 9  | 10  | 11  | 12  | Selanjutnya |

  

Penanggung Jawab : Amirul 'Am Abdul Halim Muhajir
Editor & Content Management : Fauzy Sya'banie - Technical Support : Husein

Dedicated to : Muslimin Fillah Rahimahumullah
Copyright © 2004 Ummuddar Kuningan, Jawa Barat