Millah Ibrahim

Icon

Jihad Menegakkan Tauhid dan Membela Khilafah

PENJELASAN TENTANG PENERBITAN KARYA-KARYA SEBAGIAN ULAMA KONTEMPORER

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Imamul Mujahidin, nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya . Adapun selanjutnya :

Penjelasan Tentang Penerbitan Karya-Karya Sebagian Ulama Kontemporer

Banyak pertanyaan tentang penerbitan kitab-kitab dan risalah-risalah sebagian ulama-ulama kontemporer, maka dengan memohon taufiq kepada Allah kami katakan : sesungguhnya kebijakan kami secara umum tidak mentolerir yang demikian, dimana Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma  berkata : “Siapa yang ingin mengambil jalan, maka ambillah jalan orang yang sudah meninggal”. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata : “Jika kalian harus mengikuti seseorang, ikutilah orang yang sudah meninggal (sahabat.red), karena yang masih hidup tidak aman dari fitnah”.

Maka bagaimana dengan orang yang masih hidup dikenal goncang manhajnya atau keberadaannya yang masih tinggal di tengah-tengah thoghut dan orang-orang murtad, atau ditawan lagi ditindas dan terancam dipaksa? Bagaimana lagi dengan orang (“ulama”) kontemporer  binasa dengan menjadi pembela thoghut, membolehkan syirik dan jahmy dalam takfir. Wal ‘iaydzu billah.

Oleh karena itu, ini adalah catatan atas manhaj karya-karya yang ingin dicetak di wilayah Daulah Islamiyah :

Bin Baz : Telah meninggal dan ia membela thoghut Fahad Alu Salul. Ia memiliki kesesatan-kesesatan dalam masalah hakimiyah, jihad, takfir, demokrasi dan lain-lain. Oleh karena itu dilarang menerbitkan kitab-kitabnya. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BAYAN, Bayan Khilafah, ,

Majalah DABIQ Edisi 15 Bahasa Indonesia

Download Majalah DABIQ Edisi 15 Bahasa Indonesia

 

Alhamdulillah telah selesai penerjemahan majalah DABIQ edisi 15 ke dalam bahasa indonesia

majalah dabiq 15

Terjemahan kami tentu bukan terjemahan yang sempurna, mungkin akan didapati banyak kekeliruan di dalamnya, baik dari sisi penerjemahan dan penulisan, namun semoga itu tidak menyalahi maksud sebenarnya, dan tentu itu bukan dari kesengajaan kami. Kami berharap saran dan masukan dari ikhwah semua, jazakumullah khoir

للتحميل اضغط هنا

Download PDF disini

لا تنسونا من صالح دعائكم

Filed under: Uncategorized, , , , , , , , ,

Bayan Pusat Dewan Syariah Daulah Islamiyyah Mengenai Tanzhim al-Qaeda Suriah

Daulah Islamiyyah

Kantor Pusat Urusan Pengawasan Dewan Syariah

=======================

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ

“Dan demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat agar supaya jelas jalan orang-orang pendosa” (Al-An’am:55)

Sesungguhnya Tanzhim al-Qaeda Suriah (Jabhatun Nusrah) serta yang bersamanya di dalam muaskar faksi faksi yang diperangi oleh Daulah Islamiyyah, mereka adalah kelompok yang menolak dengan kekuatan (tha’ifah mumtani’ah bi syaukah) dari penegakan syariat Allah dan membantu kaum murtaddin yang berusaha mendirikan negara kufur “Demokrasi Sipil”. Mereka berperang bersama dalam satu parit untuk memerangi Daulah Islamiyyah yang mana tidak ada satu orang pun yang ragu bahwa dia (Daulah Islamiyyah_pent) menegakkan hukum syari’at. Mereka juga memotifasi untuk memerangi Daulah dengan berbagai cara, dan mencabut kekuasaannya dari muka bumi untuk mengganti syari’at Allah yang ditegakkan di dalamnya dengan syari’at jahiliyyah dan hukum buatan, dan itu semua dilakukan di bawah payung kampanye perang Salib terhadap Khilafah Islamiyyah. Dan pembatal-pembatal ini, juga pembatal lainnya, yang telah terjatuh ke dalamnya seluruh faksi yang menisbatkan dirinya kepada Syariat dan Jihad namun masih tetap bersama dalam muaskar kaum murtaddin yang memerangi pasukan Khilafah, dan belum juga meninggalkan mereka serta mengumumkan sikap bara’ dari mereka dan dari kekufuran mereka, bahkan justru masuk ke dalam persekutuan mereka dan meramaikan mereka, ini semua adalah kedzaliman di atas kedzaliman. Read the rest of this entry »

Filed under: BAYAN, Bayan Khilafah, FATWA, Millah Ibrahim, , , , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 1

Syarah Kitab

Muqarrar Fit Tauhid

(Kurikulum Tauhid)

Di Syarah oleh :

Al-Ustadz Abu Sulayman Arkhabiliy hafizhahullah

 ——————————–

Pendahuluan

Segala puji hanya bagi Allah semata pengatur semesta alam, shalawat serta sallam atas Nabi yang mulia dan yang diutus Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya, para sahabatnya dan seluruhnya wa ba’du, Allah memudahkan dalam menyusun kitab ini.

Kitab Muqarrar Fit Tauhid (Kurikulum Tauhid) ini di terbitkan oleh Hay’atul Ifta’ wal Buhuts di Daulah Islamiyah. Syarah kitab ini diusun dan di transkrip dari isi ceramah al-Ustadz Abu Sulaiman Arkhabiliy hafizhahulloh, dimana kitab ini adalah merupakan buku panduan bagi Junud Khilafah dan Anshar Khilafah dalam memahami perkara Tauhid dan mengenal manhaj Daulah Islamiyah.

Kitab syarah yang kami susun ini adalah sebagai bentuk keseriusan kami dalam rangka menyebarkan kebenaran dan mengajak kepadanya supaya tumbuhlah generasi muwahhid yang jujur yang lewat tangan-tangan mereka Allah Ta’ala mengembalikan kejayaan diin dan Umat ini. Dan risalah ini adalah ringkasan dalam masalah diin yang telah kami susun untuk Anshar Khilafah khususnya di Indonesia. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, Kajian Ilmu, ,

MENGHAPUS SIMBOL – ABU MUSH’AB AS-SURI

  الحمد لله الكبير المتعال، والصلاة والسلام على الضحوك القتال، وعلى أهل بيته الطيبين الأطهار، وبعد

Sesungguhnya di antara nikmat Allah Ta’ala yang dikaruniakan terhadap umat Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam adalah Dia akan memperbaharui bagi mereka jama’ahnya dan imamahnya, dan melalui pembaharuan ini Dia menghancurkan berhala-berhala yang diagungkan, dan juga menghapus simbol yang dikuduskan. Kita sejak puluhan tahun dan sejak masa kanak-kanak telah dicekoki faham bahwa pembaharu dien ini di abad yang lalu adalah al-Bana, Rasyid Ridha, al-Maududi, an-Nabhani, al-Kandahlawi dan selain mereka dari para “imam-imam” jahmiah, tasawuf, dan pengikut logika, bahkan dari mereka para penyeru demokrasi dan nasionalisme dengan label “Islam”. Na’udzu billah.

Dan meskipun tidak ada bayi yang terlahir kecuali dalam keadaan fithrah, hanya saja orang tua telah menancapkan simbol-simbol dan berhala-berhala ini ke dalam hati anak-anak, hingga jiwa mereka tidak terima jika simbol-simbol ini direndahkan, walau simbol-simbol ini telah jauh tersesat dan mati di atas apa yang mereka serukan.

Dan di antara nikmat Allah – Jalla wa ‘Ala –  adalah dengan menghancurkan sebagian simbol ini dari hati makhluk, dan menjadikan kehancurannya melalui pedang-pedang dan senjata Khilafah dan melalui lisan dan pena para tentaranya, mereka tidak mengecualikan satu simbol pun dari sombol-simbol sesat, mereka runtuhkan berhala al-Ikhwan al-Murtaddin hingga berhala “Salafi Jihadi”. Namun, karena sebagian kaum telah mengecap simbol-simbol ini dan telah menyerap ke dalam hati mereka melalui didikan para “pembesar” mereka, hingga jiwa mereka tidak terima dengan penghancuran yang terus menerus ini. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BAYAN, SYUBHAT, Uncategorized, , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 6 (Habis)

Bid’ah

 

Bid’ah secara bahasa yaitu membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Berkata Abul Baqoo’ al-Kufawiy, “Setiap amalan yang tidak ada contoh sebelumnya, maka itu adalah bid’ah” (al-Kuliyaat), hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala :

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Allah Pencipta langit dan bumi” (al-Baqarah : 117), Yaitu Allah-lah yang menciptakan keduanya (langit dan bumi) tanpa adanya contoh sebelumnya. Dan juga Allah Ta’ala berFirman ;

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ

“Katakanlah: ‘Aku bukanlah yang membuat bid’ah di antara rasul-rasul.” (Al Ahqaf : 9), maksudnya aku bukanlah Rasul pertama yang diutus ke dunia ini.

Bid’ah secara istilah, al Imam asy-Syathibi rahimahullah berkata :

طَرِيْقَةٌ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا مَا يُقْصَدُ بِالطَّرِيْقَةِ الشَّرْعِيَّةِ

“Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah).” (Al I’tisham) Read the rest of this entry »

Filed under: Kajian Ilmu, ,

Kurikulum Tauhid Bag. 5

Rukun Iman & Rukun Islam

Rukun-Rukun Iman

Rukun-rukun iman, yaitu :

  1. Iman kepada Allah

Dan penjelasan mengenai ini sudah dijelaskan pada bab sebelumnya.

  1. Iman kepada para Malaikat

Yaitu pembenaran yang pasti dan mantab, bahwa Allah Ta’ala memiliki para Malaikat yang diciptakan dari cahaya. Dan bahwa para malaikat itu para hamba-hamba Allah yang dimuliakan dan yang selalu bertasbih mensucikan Allah siang dan malam, dan bahwa mereka itu tidak pernah bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang di perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan setiap apa yang diperintahkan kepada mereka. Mereka itu tidak seperti manusia dimana mereka tidak makan,[1] tidak minum, tidak tidur dan tidak berketurunan dan mereka itu mengerjakan tugas-tugas yang beraneka ragam dimana Allah menugaskan mereka untuk mengemban tugas-tugas tersebut. Read the rest of this entry »

Filed under: Kajian Ilmu, ,

Kurikulum Tauhid Bag. 4

Pembatal-Pembatal Keislaman

(Nawaqhidhul Islam)

 

Sesungguhnya pembatal-pembatal keIslaman itu banyak sekali, yang mana para ulama telah menjelaskan dalam kitab-kitab fiqh dalam bab Riddah (murtad). Akan tetapi Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menuturkan hanya sepuluh dari pembatal-pembatal keislaman itu dikarenakan hal ini yang sering dan paling banyak terjadi.

Nawaqidh itu jama’ dari kata naaqidh dan lawannya ibram yaitu keterjalinan. Sedangkan an-naqdhu itu adalah penguraian,[1] bila mengurainya atau membatalkannya setelah terjalin dan terikat.

Dan pembatal itu bisa sifatnya hissi atau sesuatu yang bisa diindra atau diraba, dan juga sifatnya maknawi atau abstrak.

Yang sifatnya bisa diindra seperti mengurai tali atau mengurai rambut yang diikat, dan yang sifatnya maknawi seperti menggugurkan perjanjian atau batalnya wudhu. Di karenakan orang bila melakukan sesuatu yang diperintahkan dan dia komitmen kepada hal tersebut maka hal itu seperti mengikat diri dengannya, kemudian bila dia mendatangkan Sesuatu yang menyelisihinya dari pondasinya maka dia seperti orang yang menguraikannya dan membatalkannya. Inilah bentuk mendudukan yang sifatnya maknawi kepada kedudukan yang sifatnya bisadi indra supaya bisa dipahami dan maknanya bisa dicerna oleh segenap pikiran orang yang mendengar. Read the rest of this entry »

Filed under: Kajian Ilmu, , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 3

Syarat-Syarat Laa Ilaaha Illallah

(Syuruth Laa ilaaha illallah)

 

Syarat-syarat Laa ilaaha illallah adalah :

  1. Al-ilmu

Yaitu mengetahui maknanya baik dari sisi penafian dan penetapan, tidak sah syahadat seseorang jika tidak mengetahui makna Laa ilaaha illallah. Ilmu itu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan apa yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti. Dalil syarat Laa ilaaha illallah harus mengilmunya sebagaimana firman Allah Ta’ala :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (Muhammad : 19)

إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka mengetahui(nya).” (az-Zukhruf : 86).

Al-Haq disini yaitu “Laa ilaaha illallah”, “sedangkan mereka mengetahui” yaitu mereka mengetahui dengan hati mereka makna dan hakikat apa yang mereka ucapkan dengan lisan mereka. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, Kajian Ilmu, Millah Ibrahim, , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 2

Tiga Hal Pokok

(Ushul Tsalatsah)

Tiga Hal Pokok Yang Wajib Dipelajari Oleh Muslimin Dan Muslimah

Ilmu itu adalah lawan dari kebodohan, dan ilmu itu adalah mendapatkan sesuatu apa adanya dan pengetahuan yang mantap, tapi jika mengetahui sesuatu tidak sesuai dengan sebenarnya itu disebut jahil murokkab[1]. Ilmu secara syari’at adalah mengetahui tuntunan dengan dalilnya.

Al Ushul itu jama’ dari kata ashlin, dan secara bahasa yaitu dibawah sesuatu dan pondasinya. Dan secara istilah adalah sesuatu yang mana hal lain dibangun di atasnya.

Tiga Pondasi Pokok (Ushul Tsalatsah) ini adalah pokok diin yang mana seluruh diin ini dikembalikan kepada hal tersebut dan memiliki cabang-cabang darinya. Ushul Tsalatsah ini disarikan dari kalam Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Sebagaimana yang telah ada dalam Musnad Imam Ahmad dan asalnya ada dalam Ash Shahihain dari Bara’ bin ‘Azib dan yang lainnya dari kalangan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam hadits tentang pertanyaan di alam kubur yang panjang : “Maka si mayit ini didatangi pihak yang datang (malaikat), maka berkata kepada si mayit : “Siapa Rabbmu?, apa agamamu? dan siapa nabimu?”, maka si mayit mengatakan “Rabbku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad,” lalu malaikat berkata mayit tersebut : “Engkau benar”. Itu adalah pertanyaan terakhir yang disodorkan kepada orang mukmin. Dan adapun orang munafik atau orang yang bimbang (ketika di tanya hal tersebut) maka dia mengatakan “haah haah, saya tidak tahu. Saya mendengar manusia mengatakan sesuatu maka sayapun mengatakannya”. Maka dia dipukul dengan godam dari besi, didengar oleh segala sesuatu kecuali oleh manusia, seandainya manusia mendengar tentu dia pingsan”. Sehingga wajib bagi setiap mukallaf[2]mempelajari ushul-ushul ini dan mengenalnya dan meyakininya serta mengamalkan apa yang ditunjukkannya secara dlahir dan bathin. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, Kajian Ilmu, ,

Para Pecinta Daulah Islam:

"أن هؤلاء يعتذرون بالتكفير إذا تأملتهم إذا أن الموحدين الذين أعداؤهم يبغضونهم ويستثقلونهم ، والمشركون والمنافقون هم ربعهم الذين يستأنسون إليهم ... "
Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (mua'yyan) itu, bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahhidin itu adalah musuh mereka, di mana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka itu, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justeru adalah kawan-kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu..." (Ad Durar As Saniyyah 10/91).
[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]

Archives

Komentar Terbaru

Tulisan Lainnya